Artikel

Alergi Obat

Share
  • Twitter
  • Facebook

Penyakit Polio

Alergi Obat

Nah, pasti kita bertanya-tanya mengenai apa sih alergi obat itu, bagaimana cara penanganannya, dan cara mendeteksi dini ciri-ciri alergi obat tersebut.


Berikut penuturan dr. Wahyu Hendradi, Sp.PD, dokter penyakit dalam RS PHC Surabaya mengenai alergi obat.

Menurut informasi dr Wahyu, alergi obat itu jangan diremehkan, karena kasus alergi obat bisa membuat pasien mendadak tidak sadar diri karena mengalami alergi.  Alergi obat tidak dialami oleh semua orang, hanya kelompok tertentu yang mengalaminya. Penyebabnya adalah protein sel yang bernama immunoglobulin E bereaksi. Saat normal, immunoglobulin berfungsi memakan bakteri atau zat merugikan yang masuk dalam tubuh.
Nah, saat mengkonsumsi obat tertentu, obat justru dianggap benda asing oleh immunoglobin E, sehingga pecahlah zat yang disebut histamin. Zat itulah yang menimbulkan gejala alergi.
Yang ringan berupa gatal-gatal diikuti bercak merah di kulit. Kemudian, ada yang batuk dan panas. Bahkan, ada yang parah dengan keluhan sesak napas. Sementara itu, pada tahap yang berat, alergi obat bisa memicu timbulnya shock anafilatik. Tandanya, tensi darah menurun sehingga kemampuan memompa jantung berkurang. Akibatnya sampai tidak sadar diri. Selain itu, alergi obat bisa menimbulkan Stevens-Johnson Syndrome. Yakni, reaksi kulit yang hebat. Gejalanya, kulit melepuh seperti terbakar. "Orang bilang keracunan obat," tutur dokter yang berpraktik di RS Primastya Husada Citra (PHC) Surabaya hari Senin s/d Sabtu.  
Sampai saat ini, alergi obat menjadi perhatian besar. Sebab, masih ada kasus dokter yang dituntut karena disangka salah memberikan obat. Padahal, sebenarnya bukan obatnya, tapi tubuh pasien yang menolak. Dengan dampak itu, Dr. Wahyu menyebut kasus alergi obat tidak boleh dianggap enteng. Menurut dia, yang perlu diketahui, alergi obat sebenarnya bakat sejak lahir. Orang tua alergi obat bisa menurunkannya kepada anaknya. Namun, manifestasinya bisa lambat atau cepat. Ada yang sudah muncul saat anak-anak. Ada juga yang baru ketahuan saat dewasa
Seseorang yang sebelumnya tidak pernah alergi obat pada masa kecilnya bisa mendadak alergi saat dewasa. "Itu artinya reaksinya lambat. Memang reaksinya tidak bisa diprediksi, tidak peduli usia dan jenis kelamin", kata Dr. Wahyu.
Yang paling penting, dia menekankan perlunya memerhatikan reaksi obat yang dikonsumsi. Baik obat minum, oles, maupun suntik. Kalau ada gejala alergi ringan, gatal dan ruam bisa hilang sendiri dalam waktu 2-3 hari. Selain itu, bisa dilakukan pemberian obat antihistamin. Satu hingga dua jam setelah diobati, alergi akan sembuh. Obat alergi paling populer yang dijual bebas adalah CTM. "Tapi, bisa bikin kantuk. Ada obat lain tanpa kantuk, konsultasikan ke dokter. Kalau tanda alerginya berat, segera ke rumah sakit,” jelas dokter yang menempuh pendidikan spesialis di Universitas Airlangga Surabaya tersebut.

Sekian informasi dari kami tentang Alergi Obat, Semoga bermanfaat ya. Jika ada pertanyaan tentang RS PHC Surabaya, silahkan hubungi kami. Terima Kasih
RS PHC Surabaya
Jl. Prapat Kurung Selatan 1 Tanjung Perak, Surabaya, Indonesia

Fasilitas Rawat Inap RS PHC Surabaya

Banner 270 x 120 pxlBanner Space 370 x 120 pxl
Ruang Tamu Berlian,Berlian Buffed,Fasilitas Kamar Berlian
RS PHC Surabaya
Jl. Prapat Kurung Selatan No. 1 Tanjung Perak - Surabaya
 | Phone : +62 31-329 4801 - 3 | Fax. : +62 31-329 4804
IGD 24 Jam : +62 31-329 4118