Artikel

Deteksi Gangguan Jantung Non Invasive

Share
  • Twitter
  • Facebook

Bagaimana Mendeketsi Adanya Gangguan Jantung?


Tahukah Anda, gejala gangguan jantung ternyata bisa dideteksi tanpa pembedahan dan dilakukan dalam waktu singkat. Cara ini merupakan pemeriksaan non invasive. Apa saja pemeriksaan non invasive tersebut?

Berikut Beberapa Pemeriksaan Gangguan Jantung


  1. CT Scan
  2. CT Scan (Computed Tomography Scan) digunakan untuk memeriksa kondisi arteri jantung, serta pembuluh darah yang memasok darah dan oksigen ke jantung. Dari pemeriksaan itu bisa diketahui apakah pada dinding arteri terdapat plak, yang menyebabkan penyempitan atau bahkan penyumbatan arteri.
  3. Elektrokardiogram
  4. Elektrokardiogram (EKG) atau electrocardiogram (ECG) juga sering disebut rekam listrik jantung. Sebab, EKG mampu merekam aktivitas listrik jantung. Rekaman itu dihasilkan elektrokardiograf. Hasil rekaman berupa grafik jejak garis atau gelombang pada kertas grafik. Grafik tersebut menunjukkan kecepatan dan ritme denyut jantung, serta kekuatan sinyal listrik saat melewati masing-masing bagian jantung. Dari grafik itulah bisa diketahui gangguan irama jantung, apakah dinding ruang-ruang jantung terlalu tebal, kerusakan otot jantung yang disebabkan kekurangan oksigen, serta pembesaran jantung. Selain itu, EKG juga mampu memeriksa kondisi jantung pada penderita hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes mellitus.
  5. Tes Treadmil
  6. Pada tes ini, dada pasien ditempel elektroda yang terhubung dengan EKG (elektrokardiogram). Pasien kemudian diminta untuk berjalan di treadmill. Hasilnya dapat diketahui tekanan darah, kelainan irama jantung, frekuensi denyut jantung, dan kapasitas fungsi jantung saat tubuh melakukan aktivitas. Juga mengetahui apakah jantung memiliki suplai darah dan oksigen yang cukup dari sirkulasi saat tubuh beraktivitas. Hal itu bisa saja tidak muncul dengan pemeriksaan EKG yang dilakukan saat tubuh istirahat. Selain itu, tes treadmill juga bisa mengetahui kondisi jantung pasca rawat dengan nyeri dada (angina pectoris) yang tidak stabil, pasca serangan jantung, serta untuk deteksi dini jantung koroner.
  7. Radiologi Nuklir
  8. Pemeriksaan radiologi nuklir menggunakan sedikit bahan radioaktif. Fungsinya untuk mengetahui aliran darah otot jantung, lokasi otot jantung yang rusak, mengevaluasi fungsi pompa jantung, serta mendeteksi dini jantung koroner. Selain itu, radiologi nuklir juga dapat mengetahui apakah otot jantung masih hidup atau tidak.
  9. Ekokardiografi
  10. Ekokardiografi (echocardiography) atau echo sering disebut USG jantung, karena menggunakan gelombang ultrasound untuk melihat struktur dan fungsi jantung, serta pembuluh darah yang terkait. Pemeriksaan ini bisa mengetahui gangguan gerakan otot jantung, ukuran ruang jantung, kebocoran sekat jantung, kebocoran atau penyempitan katup jantung, serta ada tidaknya cairan atau tumor di rongga jantung. Selain itu, ekokardiografi juga digunakan untuk mengevaluasi hasil operasi jantung.
Konsultasi dan informasi

Customer Service Rumah Sakit PHC Surabaya
Jalan Prapat Kurung Selatan 1, Tanjung Perak Surabaya
Telepon 031-3294801 dan UGD 24 Jam telepon 031-3294118
Gratis penjemputan ambulan untuk pasien rawat inap di RS PHC Surabaya wilayah Surabaya.

Info Facebook: Rumah Sakit PHC Surabaya, instagram: rsphc_sby  atau follow Twitter : @rsphc_sby

Fasilitas Rawat Inap RS PHC Surabaya

Banner 270 x 120 pxlBanner Space 370 x 120 pxl
Ruang Tamu Berlian,Berlian Buffed,Fasilitas Kamar Berlian
RS PHC Surabaya
Jl. Prapat Kurung Selatan No. 1 Tanjung Perak - Surabaya
 | Phone : +62 31-329 4801 - 3 | Fax. : +62 31-329 4804
IGD 24 Jam : +62 31-329 4118