Artikel

Operasi Jantung Hybrid

Share
  • Twitter
  • Facebook

Sebenarnya, Apa Sih Kelainan Jantung Bawaan Itu?

Penyakit jantung bawaan menurut dr. I Ketut Alit Utamayasa, Sp.A(K) dapat diartikan sebagai kelainan pada struktur atau fungsi jantung yang terjadi akibat adanya gangguan atau kegagalan perkembangan struktur jantung. Angka kejadian penyakit jantung bawaan dilaporkan 8-10 bayi dari 1000 kelahiran hidup dan hanya 30% dari semua penyakit jantung bawaan yang bisa terdeteksi atau memberikan gejala pada minggu-minggu pertama setelah lahir, sisanya baru akan ketahuan setelah 21 hari atau 3 minggu setelah lahir, sehingga dalam hal ini sangat dibutuhkan kerjasama dan perhatian yang serius terhadap anak-anak yang mempunyai risiko untuk mengalami kelainan jantung bawaan, baik oleh orang tua, keluarga dan tenaga kesehatan.



Apa Penyebab Kelainan Jantung Bawaan ?

Penyebab dari kelainan jantung bawaan sampai saat ini belum disepakati oleh para ahli tapi ada beberapa faktor yang dicurigai menjadi penyebab kelainan jantung bawaan, seperti ; faktor genetik, faktor lingkungan (perokok pasif, bahan kimia tertentu, menghirup cat dan lain-lain), faktor dari ibu (infeksi rubella, infeksi cytomegalovirus, kencing manis, alkohol, obat-obatan, ectasy)

Bagaimana Penanganan Kelainan Jantung Bawaan Pada Anak?

Penanganan kelainan jantung bawaan pada anak di Indonesia pada umumnya dan di Jawa Timur khususnya sudah maju, baik penanganan dari sisi obat-obatan, teknik intervensi (tanpa operasi) ataupun tindakan operasinya, karena dengan ketersediaan peralatan canggih, tenaga ahli dan pusat-pusat pelayanan jantung terpadu dalam menangani kelainan jantung bawaan pada anak sudah cukup banyak di Jawa Timur, termasuk di Rumah Sakit PHC Surabaya. 
Rumah Sakit PHC Surabaya menjadi Rumah Sakit swasta pertama yang mampu melakukan operasi jantung hybrid, yaitu teknik operasi bedah jantung dengan teknik minimal invasif, dimana operasi dilakukan dengan luka operasi yang sangat kecil, karena tidak dilakukan pembedahan yang besar. Banyak sekali keuntungan operasi hybrid dibandingkan operasi bedah jantung terbuka. Dengan teknik ini akan sangat menguntungkan untuk pasien dan keluarga yaitu karena :
  1. Waktu rawat yang singkat (hanya 3 hari)
  2. Perawatan di I.C.U. lebih singkat
  3. Luka operasi hanya 3cm
  4. Risiko efek samping lebih kecil, karena operasi tidak perlu menghentikan jantung pasien
  5. Dari sisi biaya tentunya lebih hemat
Selain itu hampir semua kasus bocor jantung dengan syarat-syarat tertentu bisa dikerjakan di Rumah Sakit PHC Surabaya. Di Rumah Sakit PHC Surabaya tim operasi bedah jantung terbuka terdiri dari :
  • Prof. Dr. dr. Paul Tahalele, Sp. B.TKV.
  • dr. Arif Rahman Hakim, Sp. B.TKV.
  • dr. Yosis M, Sp. B.TKV.
  • dr. I Ketut Alit Utamayasa, Sp. A(K)
  • dr. Mahrus, Sp. A(K)
  • dr.  Fajar, Sp. An

  • Dr. Dini Andriani, Sp.A, dokter spesialis anak RS PHC Surabaya, menyatakan bahwa permasalahan utama kita di Indonesia pada umumnya dan Jawa Timur khususnya adalah keterlambatan orang tua membawa anaknya untuk dibawa ke dokter, mungkin karena beberapa hal seperti ; ketidaktahuan orang tua, sosial ekonomi atau kesibukan orang tua. Sehingga sering anak-anak dengan kelainan jantung bawaan datang ke pusat pelayanan jantung sudah dalam keadaan yang parah, sehingga langkah penanganannya akan sulit. Semoga dengan adanya program BPJS Kesehatan dari pemerintah akan dapat memudahkan masyarakat dalam mendapatkan penanganan anak dengan kelainan jantung bawaan.

    RS PHC Surabaya
    Jl. Prapat Kurung Selatan 1 Tanjung Perak, Surabaya, Indonesia
    Info Telpon 0313294801

    Fasilitas Rawat Inap RS PHC Surabaya

    Banner 270 x 120 pxlBanner Space 370 x 120 pxl
    Ruang Tamu Berlian,Berlian Buffed,Fasilitas Kamar Berlian
    RS PHC Surabaya
    Jl. Prapat Kurung Selatan No. 1 Tanjung Perak - Surabaya
     | Phone : +62 31-329 4801 - 3 | Fax. : +62 31-329 4804
    IGD 24 Jam : +62 31-329 4118