Artikel

RS PHC CEPAT TANGGAP TANGANI KORBAN KEBAKARAN KAPA

  • 01 June 2017 13:48
  • Kategori Event
  • Visits: 39
Share
  • Twitter
  • Facebook
SURABAYA - Sejak Sabtu pagi (20/5), Tim Rumah Sakit PHC Surabaya sudah stand by di Pelabuhan Tanjung Perak menyusul adanya kabar kecelakaan kapal KM Mutiara Sentosa I di perairan Pulau Masalembu, Sumenep, Madura. Hingga saat ini sudah ada 2 gelombang kedatangan korban yang telah dievakuasi oleh tim RS PHC. Gelombang pertama korban datang pada hari Sabtu pukul 10 malam. Dalam gelombang pertama ini terdapat 8 korban dengan kondisi luka ringan dan beberapa luka sedang. Kaemudian setelah itu korban masih berdatangan lagi pada Minggu dini hari pukul 03.00 sebanyak 3 orang korban dengan kondisi luka ringan dan sedang juga. Manajemen PT Pelindo Husada Citra (PT PHC) sendiri mendapatkan laporan pertama kali tentang kecelakaan kapal pada hari Jumat malam. "Setelah mendapat kabar itu, kami kemudian menyiapkan tim untuk pertolongan pertama di Gedung Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak untuk membantu tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan. Selain itu tim Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga siap di RS PHC", ujar dr Agus Achmadi, Direktur Utama PT PHC. Menurut dr Agus, ambulans telah disiapkan untuk stand by di gedung GSN Tanjung Perak. "Ada tim medis kami yang ada di pelabuhan bertugas untuk memberikan penanganan cepat pada korban yang turun dari kapal. Yang membutuhkan perawatan lanjutan atau pemeriksaan tambahan dibawa oleh ambulans ke RS PHC”, jelasnya lagi. Berdasarkan informasi terakhir pada Minggu siang (21/5), terdapat 3 korban yang mengalami luka sedang dan menjalani rawat inap, 2 pasien telah mendapatkan perawatan di rumah dan 6 pasien penanganan rawat jalan. Mulyono (51 tahun), salah satu korban kebakaran kapal mengatakan masih trauma ketika mengingat operistiwa tersebut. "Yang ada di dalam pikiran saya waktu itu adalah bagaimana caranya agar anak saya bisa selamat, karena ia adalah anak saya satu-satunya”, ucapnya dengan nada sedih. Kepada tim humas PT PHC, Mulyono menceritakan kronologi kebakaran KM Mutiara Sentosa I. Bersama anaknya Musa (17 tahun), ia bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Balikpapan pada hari Jumat (19/5) sekitar pukul 01.30. Sore harinya, kru kapal mengumumkan adanya kebakaran yang ada di dek kapal. "Saya sudah kebingungan waktu itu. Lantai bawah rasanya panas dan asap sudah menyebar kemana-mana, rasanya sesak. Akhirnya saya putuskan untuk naik ke atas anjungan kapal. Karena kapal sekoci tidak muat, banyak penumpang terjun ke laut. Saya benar-benar melihat ibu-ibu yang menggendong bayinya juga ikut terjun ke laut. Akhirnya untuk menyelamatkan diri saya pun ikut terjun bersama anak saya”, ceritanya. Mulyono mengaku terombang-ambing di tengah laut selama 2-3 jam sebelum ada pertolongan datang. Ia pun bersyukur diri dan anaknya bisa selamat dari musibah itu. "Kami dibawa ke daratan (Sumenep) dan Puskemas. Kemudian kami dibawa oleh kapal lagi menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak dan akhirnya saya di bawa ke rumah sakit ini.” ia menambahkan tak menyangka ia mengalami peristiwa ini. "Seluruh harta benda saya hilang. Kecuali handphone yang terus ada di saku saya”, tambahnya lagi. Menurut informasi dari tim media RS PHC, Bapak Mulyono bisa kembali pulang ke rumah hari ini. Namun, tetap dibutuhkan istirahat mengingat kondisi korban yang belum pulih sepenuhnya. Hingga Senin pagi, RS PHC belum menerima pasien dari korban kebakaran kapal. "Tim medis kami akan siap membantu jika ada korban yang masih berdatangan", tambah dr Agus.

Fasilitas Rawat Inap RS PHC Surabaya

Banner 270 x 120 pxlBanner Space 370 x 120 pxl
Ruang Tamu Berlian,Berlian Buffed,Fasilitas Kamar Berlian
RS PHC Surabaya
Jl. Prapat Kurung Selatan No. 1 Tanjung Perak - Surabaya
 | Phone : +62 31-329 4801 - 3 | Fax. : +62 31-329 4804
IGD 24 Jam : +62 31-329 4118